Ceramah Mengenai Minuman Keras

 

Minuman Keras (Miras)

Om Swastyastu.

            Selamat siang semuanya. Berdirinya saya disini akan membawakan ceramah mengenai minuman keras (miras). Sebelumnya saya mengucapkan puji syukur kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul disini untuk mendengarkan ceramah dari saya.

            Baiklah, semua sudah tahu minuman keras kan? Sebagai contoh adalah arak, vodka, bir, wiski, soju, dll. Banyak ditemukan kasus kematian akibat minuman keras, seperti kecelakaan yang diakibatkan mengemudi dalam keadaan mabuk, maupun kematian remaja akibat pesta miras oplosan. Ditegaskan kembali, minuman keras (miras) adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol yang dihasilkan dengan cara fermentasi maupun destilasi. Miras ini diperoleh dari hasil fermentasi madu, gula, sari buah, atau umbi-umbian.

            Minuman keras dapat menimbulkan ketagihan dan berbahaya karena dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati, dan perilaku. Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan menenangkan, menghilangkan rasa sakit, serta membuat gembira. Faktor penyebab seseorang mengonsumsi alkohol ada berbagai macam, antara lain karena rasa ingin tahu, coba-coba, stress berat, pergaulan yang tidak sehat, serta gaya hidup seseorang

            Perlu diketahui, minuman beralkohol ini dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan Kepres No.3 Tahun 1997, yaitu Golongan A dengan kadar etanol 1% - 5%, Golongan B dengan kadar etanol 5% - 20%, dan Golongan C dengan kadar etanol 20% - 55%. Golongan A merupakan jenis kadar alkohol paling rendah dan biasa ditemukan di mini market terdekat. Golongan B memiliki kadar alkohol yang sudah termasuk cukup tinggi. Dan golongan C memiliki kadar alkohol yang paling tinggi.

            Dampak negatif mengonsumsi minuman beralkohol ini cukup banyak. Ada yang bisa menyebutkan salah satu dampak negatifnya? Mengonsumsi minuman keras tidak hanya dapat menyebabkan kita berhalusinasi dan ketagihan, tetapi juga memiliki efek jangka panjangnya. Seperti, kerusakan pada otak. Dimana otak akan mengalami atrofi atau menyusut dari ukuran seharusnya. Kemudian gangguan fungsi hati (liver), memicu hipertensi, meningkatkan risiko kanker, dan mengganggu perkembangan janin pada ibu hamil.

            Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghindari hal-hal tesebut? Tentu saja dengan menghindari mengonsumsi minuman keras. Caranya yaitu dengan membiasakan diri untuk menjalani pola hidup sehat. Perbanyak mengonsumsi buah, sayur, serta pangan lain yang mengandung banyak protein dan vitamin. Perbanyak juga untuk meminum air putih, bukannya minuman keras. Cara yang kedua yaitu bergaulah dengan orang-orang positif. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Sebab kebiasaan dan perilaku seseorang biasanya ditentukan oleh lingkungan sekitarnya. Sibukkan diri dengan hal-hal yang bersifat positif seperti belajar, rajin sembahyang, serta berolahraga. Satu hal yang tak kalah penting ialah jangan melampiaskan masalah dengan meminum alkohol. Minuman keras memang memberi efek tenang, namum perlu diingat kembali dampak-dampak buruk yang akan ditimbulkan. Sebesar apapun masalah yang ada cobalah untuk menyelesaikannya terlebih dahulu. Jangan langsung menjerumuskan diri ke dalam hal yang bersifat negatif seperti alkohol.

            Teman-teman semuanya, dari uraian saya tadi dapat kita ketahui bahwa mengonsumsi minuman keras secara berlebihan memiliki cukup banyak dampak buruk. Kita sebagai remaja harus dapat memilah hal-hal tersebut. Jangan mudah untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang bersifat negatif.

            Demikian uraian mengenai minuman keras (miras) yang dapat saya sampaikan. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bertutur kata dan mohon jangan dimasukkan ke dalam hati. Atas perhatian semuanya saya ucapkan terimakasih.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Soal Indikator Yajna dalam Mahabrata

Laporan Praktikum Fisika - Percobaan Melde

Laporan Praktikum Fisika - Menggunakan Alat Ukur Listrik Voltmeter dan Amperemeter