Jawaban Soal Indikator Bhakti Sejati dalam Ramayana
KUMPULAN
SOAL INDIKATOR A B C D E
Indikator A
(Ajaran Bhakti Sejati)
A. S O A L
1.
Apakah yang dimaksud
dengan bhakti sejati dalam Kitab Ramayana? Jelaskanlah.
2.
Apakah yang Anda
ketahui terkait dengan penerapan ajaran bhakti sejati dalam agama Hindu?
Jelaskanlah!
3.
Mengapa seseorang wajib
menempuh jalan bhakti dalam memuja Ida
Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa? Jelaskanlah!
4.
Amatilah lingkungan
sekitar anda sehubungan dengan orang-orang yang dipandang dalam memuja Tuhan
Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi
dengan mengikuti jalan bhakti, buatlah catatan seperlunya
5.
Dalam kisah Ramayana
terdapat kisah mengenai Raksasa Surphanaka yang tidak lain adalah adik dari
Rahvana yang hidungnya terpotong oleh pedang Laksmana. Lalu ia mengadukan hal
ini kepada kakaknya. Sebagai seorang kakak, apa yang dilakukan oleh Rahvana
sebagai wujud dari ajaran bhakti sejati?
B. J A W A B A N
1.
Dalam Kitab Ramayana,
bhakti sejati adalah sujud, memuja, hormat setia, taat, memperhambakan diri dan
kasih sayang, sebenarnya, tekun, sungguh-sungguh berdasarkan rasa, cinta, dan
kasih yang mendalam memuja Ida Sang Hyang
Widhi atau yang dipujanya. Bhakti sejati adalah pemujaan yang dilakukan
seseorang kepada yang dipujanya dengan sungguh-sungguh dan penuh hormat, cinta
kasih yang mendalam untuk memohon kerahayuan bersama. Sebagai contoh adalah
bhakti yang dilakukan oleh Hanuman dan juga Wibhisana terhadap Sang Rama.
2.
Ajaran bhakti sejati
telah diterapkan dalam kehidupan beragama Hindu. Masyarakat menggunakan ajaran
bhakti sejati dalam memuja Ida Sang Hyang
Widhi / Tuhan Yang Maha Esa. Rasa bhakti ini diwujudkan dengan jalan
menghormati dan menyayangi sesama ciptaan Beliau. Dalam praktiknya pula, dengan
ajaran bhakti sejati pemujaan terhadap Ida
Sang Hyang Widhi dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh rasa hormat dan
cinta kasih.
3.
Dalam memuja Ida Sang
Hyang Widhi kita wajib menempuh jalan bhakti dikarenakan bhakti merupakan wujud
nyata dari pelaksanaan jnana dan karma. Seseorang yang melakukan Karma Marga
(berbakti dengan cara berbuat/bekerja), Jnana Marga (berbakti dengan cara
mentransfer ilmu yang dimiliki), dan Raja Marga (berbakti dengan mempraktikkan
ajaran-ajaran agama) akan dilakukan dengan berlandaskan rasa bhakti. Oleh
karena itu, Bhakti Marga diperlukan saat memuja Ida Sang Hyang Widhi.
4.
Setelah saya mengamati
lingkungan sekitar saya, orang-orang yang memuja Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi dengan mengikuti
jalan bhakti sejati, mereka selalu memuja Ida
Sang Hyang Widhi dengan rasa sungguh-sungguh, penuh rasa hormat, dan cinta
kasih yang mendalam. Contohnya saat bersembahyang, mereka selalu melakukannya
dengan sungguh-sungguh dan penuh hikmat. Sehingga tidak ada satupun hal yang
dapat mengganggu mereka saat mereka bersembahyang.
5.
Setelah mengetahui hal
tersebut, Rahvana dibantu oleh patih Marica pergi ke hutan dimana Rama
diasingkan untuk membalaskan dendam adiknya. Marica berubah wujud menjadi
kijang emas yang menarik perhatian Sita. Kemudian ia menyuruh Rama untuk
menangkap kijang tersebut. Maka diperintahkanlah Laksmana untuk menjaga Sita.
Karena tak kunjung kembali, Laksmana pun pergi untuk menyusul Rama atas
perintah Sita. Rahvana yang mengetahui hal tersebut lalu berubah wujud menjadi
orang tua dan meminta pertolongan Sita. Saat itulah, ia menculik Sita untuk
membalaskan dendam adiknya.
Indikator B
(Bagian-bagian Ajaran Bhakti
Sejati)
A. S O A L
1.
Setelah mengamati dan
memahami teks di atas apakah yang Kamu ketahui tentang bagian-bagian bhakti
sejati menurut teks? Jelaskanlah.
2.
Sebutkanlah
bagian-bagiana jalan bhakti sejati menurut agama Hindu yang Kamu ketahui?
3.
Buatlah peta konsep
sehubungan dengan pembagian ajaran bhakti sejati yang Kamu ketahui!
4.
Amatilah lingkungan
sekitar Kamu sehubungan dengan pembagian bhakti sejati yang Kamu ketahui,
buatlah catatan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tua! Apakah yang
terjadi?
5.
Dalam kehidupan
sehari-hari, sebagian masyarakat masih banyak yang belum menerapkan ajaran
Bhakti Sejati dengan benar. Contohnya seperti orang-orang tidak mau dan bahkan
selalu mengantuk saat mendengarkan ceramah-ceramah agama di tempat-tempat suci
amupun di pewartaan media cetak dan elektronik. Tetapi, mereka akan senang bila
mendengarkan pewartaan mengenai gosip, kekerasan, fitnah, maupun diskriminasi.
Apa yang akan terjadi pada mereka yang melakukan hal tersebut?
B. J A W A B A N
1.
Bagian-bagian bhakti
sejati disebutkan dalam Kitab Bhagavata
Purana VII.52.53. Dalam kitab tersebut disebutkan 9 jenis bhakti kehadapan
Ida Sang Hyang Widhi yang disebut dengan istilah Navavidha bhakti yaitu
Srawanam, Kirtanam, Smaranam, Padasevanam, Arcanam, Vandanam, Dasya, Sakhya,
Atmanivedanam.
2.
Bagian -bagian bhakti
sejati:
a. Srawanam
yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan cara membaca atau mendengarkan
hal-hal yang bermutu seperti pelajaran/ceramah keagamaan, cerita-cerita
keagamaan dan nyanyian-nyanyian keagamaan, membaca kitab-kitab suci.
b. Kirtanam
yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan jalan menyanyikan kidung suci
keagamaan atau kidung suci yang mengagungkan kebesaran Tuhan dengan penuh
pengertian dan rasa bhakti yang ikhlas serta benar-benar menjiwai isi kidung
tersebut.
c. Smaranam adalah
cara berbhakti kepada Tuhan dengan cara selalu ingat kepada-Nya, mengingat
nama-Nya, bermeditasi. Setiap indera kita menikmati sesuatu, kita selalu ingat
bahwa semua itu adalah anugrah dari Tuhan. Cara yang khusus untuk selalu
mengingat Beliau adalah dengan mengucapkan salah satu gelar Beliau secara
berulang-ulang misalnya: “Om Nama Siwa ya”. Pengucapan yang berulang-ulang ini
disebut dengan japa atau japa mantra.
d. Padasevanam
yaitu dengan memberikan pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk
melayani, menolong berbagai mahkluk ciptaannya.
e. Arcanam
yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara memuja keagungan-Nya.
f. Vandanam
yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan jalan melakukan sujud dan kebhaktian.
g. Dasya
yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara melayani-Nya dalam pengertian mau
melayani mereka yang memerlukan pertolongan dengan penuh keiklasan.
h. Sakhya
yaitu memandang Tuhan Yang Maha Esa sebagai sahabat sejati, yang memberikan
pertolongan ketika dalam bahaya.
i.
Atmanivedanam
adalah berbhakti kepada Tuhan dengan cara menyerahkan diri sepenuhnya kehadapan
Hyang Widhi. Seseorang yang menjalankan bhakti dengan cara ini akan melakukan
segala sesuatunya sebagai persembahan kepada Tuhan.
3.
Peta konsep pembagian
ajaran Bhakti Sejati:
4.
Setelah saya memahami
indikator ini, saya mengetahui mengenai berbagai jenis bhakti sejati. Sebagian
besar masyarakat lingkungan sekitar saya telah menerapkan ajaran bhakti sejati
ini. Contohnya adalah penerapan ajaran Kirtanam, dimana bhakti ini dilakukan
dengan menyanyikan kidung / gita. Hal ini sering kita temukan di pura-pura
maupun saat ada odalan. Selain itu, ajaran Srawanam juga telah banyak
diterapakan dengan mendengarkan ceramah-ceramah tentang agama.
5.
Bila hal tersebut
dilakukan, mereka tidak akan dapat merasakan manfaat yang didapat dari
penerapan ajaran bhakti. Mereka tidak akan dapat mewujudkan kesejahteraan dan
kebahagiaan dalam hidup ini. Serta mereka tidak akan dapat merasakan kedamaian
yang diciptakan dengan menerapkan ajaran Bhakti Sejati.
Indikator C
(Sloka Ajaran Bhakti Sejati dalam
Ramayana)
A. S O A L
1.
Setelah mengamati dan memahami
teks di atas apakah yang Anda ketahui sehubungan dengan sloka-sloka ajaran
bhakti sejati dalam Kitab Ramayana? Jelaskanlah.
2.
Apakah yang Anda
ketahui terkait dengan penerapan ajaran bhakti sejati dalam agama Hindu
berdasarkan sloka-sloka yang terdapat dalam Kitab Ramayana? Jelaskanlah!
3.
Amatilah lingkungan
sekitar Anda sehubungan dengan orang-orang yang dipandang dalam memuja Tuhan
Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi dengan mengikuti jalan bhakti sejati yang
terdapat dalam Kitab Ramayana, buatlah catatan seperlunya dan diskusikanlah
dengan orang tua-mu! Apakah yang terjadi?
4.
Sloka ajaran bhakti
sejati
Ikanang dhanurdhana kabeh,
kapwa ya bhakti ri sira pranata matwang,
kadi mawwata yasa lana,
rupa nya nagong ta kirttinira.
Tuliskan
terjemahan sloka diatas!
5.
Sloka ajaran bhakti
sejati
Sesa maharsi mamuja,
purnnahuti dibya pathyagandharasa,
ya ta pinangan kinabehan,
de nira dewi maharaja.
Tuliskan
terjemahan sloka diatas!
B. J A W A B A N
1.
Yang saya ketahui
setelah mengamati dan memahami teks diatas adalah Ramayana terdiri dari 7 Kanda
dengan jumlah sloka 24.000 buah stanza. Dalam sloka-sloka yang memuat ajaran
Bhakti Sejati, digambarkan berbagai sifat-sifat para pelakon Ramayana. Seperti
ajaran Kesatrya, Pengabdian, Kesetiaan, Kepahlawanan, Persatuan, Dharma, Kasih
sayang, serta Perjalanan spiritual berlandaskan catur purusartha.
2.
Menurut saya, ajaran
bhakti sejati dalam agama Hindu telah banyak menerapkan berdasarkan sloka-sloka
yang terdapat dalam Kitab Ramayana. Seperti contohnya ajaran Kesatrya, dalam agama
Hindu diterapkan dalam ajaran Asta Brata (Delapan Kepemimpinan). Selain itu,
ajaran lainnya juga telah diterapkan dengan jalan setia mewujudkan bhakti
sejati kepada Ida Sang Hyang Widhi, melaksanakan ajaran Dharma, sedia menolong
semua makhluk ciptaan Ida Sang Hyang
Widhi, maupun melakukan perjalanan spiritual berlandaskan Catur Purusartha.
3.
Setelah saya mengamati
lingkungan sekitar saya, orang-orang yang memuja Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi dengan mengikuti
jalan bhakti sejati, mereka selalu memuja Ida
Sang Hyang Widhi dengan rasa sungguh-sungguh, penuh rasa hormat, dan cinta
kasih yang mendalam. Contohnya saat bersembahyang, mereka selalu melakukannya
dengan sungguh-sungguh dan penuh hikmat. Sehingga tidak ada satupun hal yang
dapat mengganggu mereka saat mereka bersembahyang. Selain itu, mereka akan
merasakan kesejahteraan dan kedamaian tersendiri. Seperti contohnya menjalankan
ajaran Kirtanam yaitu dengan
menyanyikan kidung / gita maupun juga menjalankan ajaran Srawanam dengan mendengarkan ceramah-ceramah tentang agama.
4.
Terjemahan sloka
diatas:
Prajurit panah
itu semua, semuanya bhakti, tunduk, hormat kepada Baginda, seperti akan
mempersembahkan jasa selalu, tampaklah besar jasa-jasa mereka itu (Kw. Ramayana Sargah I.8)
5.
Terjemahan sloka diatas:
Sisa sang
maharsi memuja; sajen-sajen yang lengkap, utama, enak, harum dan lezat, itulah
yang disantap bersama-sama, oleh Permaisuri Baginda Raja (Kw, Ramayana Argah I.31)
Indikator D
(Bentuk Penerapan Bhakti Sejati
dalam Kehidupan)
A. S O A L
1.
Setelah membaca teks
tentang bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam kehidupan beragama Hindu,
apakah yang anda ketahui tentang agama Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah!
2.
Buatlah ringkasan yang
berhubungan dengan bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam kehidupan
beragama Hindu, dari berbagai sumber media pendidikan dan sosial yang anda
ketahui! Tuliskan dan laksanakanlah sesuai dengan petunjuk dari bapak/ibu guru
yang mengajar di kelas!
3.
Apakah yang sudah Anda
ketahui terkait dengan bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam kehidupan
sehari-hari? Jelaskanlah!
4.
Bagaimana cara Anda
untuk dapat mengetahui bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam kehidupan
beragama Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah pengalamannya!
5.
Manfaat apakah yang
dapat dirasakan secara langsung dari usaha dan upaya penerapan ajaran bhakti
sejati dalam kehidupan beragama Hindu? Tuliskanlah pengalaman Anda!
6.
Amatilah lingkungan
sekitar Anda terkait dengan adanya bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam
kehidupan sehari-hari guna mewujudkan tujuan hidup manusia dan tujuan agama
Hindu, buatlah catatan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tuanya! Apakah
yang terjadi?
B. J A W A B A N
1.
Yang saya ketahui
tentang agama Hindu setelah membaca penerapan ajaran bhakti sejati adalah agama
Hindu mengajarkan umatnya berbagai jalan. Agama Hindu tidak perlu kemewahan
dalam pelaksanaannya. Yang diperlukan adalah ketulusikhlasan dalam
pelaksanaannya. Contohnya dalam melaksanakan Panca Yadnya. Pelaksaan panca
Yadnya bukan semata-semata untuk memamerkan kekayaan ataupun harta, namun yang
utama adalah ketulusikhlasan orang yang melaksanakan.
2.
Bentuk-bentuk penerapan
ajaran bhakti sejati atau Nawa Widha Bhakti penting dilaksanakan sehingga
Sewaka Dharma dalam proses perjalanannya dapat membantu membentuk karakter atau
kepribadian seseorang menjadi lebih baik. Penerapan ajaran bhakti sejati,
yaitu:
·
Mendengarkan
Sesuatu Dengan Baik (Srawanam)
Bentuk bhakti Srawanam diarahkan ke
arah gerak vertikal dan gerak horizontal. Arah gerak vertikalnya yakni umat
Hindu mau dan mampu mendengar, terutama mendengarkan sabda-sabda suci dari
Tuhan baik yang tersurat maupun tersirat dalam kitab suci. Sedangkan arah gerak
horizontalnya yakni umat Hindu mampu mendengarkan nasihat dan menghormati
pendapat orang lain serta mendengarkan pewartaan tentang sesamanya dan
lingkungan.
·
Bersyukur
(Vedanam)
Dalam ajaran ini, Vedanam berarti
bagaimana cara kita bersyukur terhadap keberadaan diri kita. Jadi, bagaimapun
keadaan kita dilahirkan di bumi ini, kita harus tetap bersyukur dan bhakti kepada-Nya.
·
Menembangkan,
Melafalkan, Menyanyikan Gita/Kidung (Kirtanam)
Bentuk bhakti Kirtanam juga
diarahkan ke arah gerak vertikal dan gerak horizontal. Arah gerak vertikal
dilakukan untuk menumbuhkan dan membangkitkan nilai-nilai spiritual yang ada di
setiap manusia. Sedangkan arah gerak horizontal masyarakat selalu berusaha
melantunkan gita/kidung yang dapat menyejukkan perasaan hati orang lain dan
lingkungannya.
Contohnya
menembangkan sekar alit pupuh ginanti dan pupuh pucung
a. Pupuh Ginanti
Saking tuhu
manah guru
Mituturin cening
jani
Kaweruhe luir
sanjata
Ne dadi prabotan
sai
Kaanggen
ngaruruh merta
Seenun ceninge
urip
b. Pupuh Pucung
Bibi anu
Lamun payu luwas
manjus
Antenge tekekang
Yatnain ngabe
masui
Tiyuk puntul
Bawang anggen
sasikepan
·
Selalu
Mengingat Nama Tuhan (Sramanam)
Arah gerak vertikal dari bhakti ini
adalah kita sepatutnya selalu melatih diri untum mengingat nama-nama suci Tuhan
serta intruksi dan pesan dari sabda suci Tuhan. Sedangkan arah gerak horizantal
dari bhakti ini adalah sepatutnya kita selalu mengingat kembali tragedi dan
peristiwa kemanusiaan, perdamaian, maupun demokrasi.
·
Menyembah,
Sujud, Hormat, di Kaki Padma (Padmasevanam)
Arah gerak vertikal dalam bhakti ini
adalah manusia sepatutnya selalu sujud dan hormat kepada Tuhan. Sedangkan arah
gerak horizontal bhakti ini adalah manusia sepatutnya menghormati para
pahlawan, pemerintah, serta para orang tua dan yang tidak kalah penting juga
hormat kepada ibu pertiwi.
·
Bersahabat
dengan Tuhan (Sakhyanam)
Sakhyanam
adalah Bhakti Sejati dengan jalan kasih persahabatan, mentaati hukum dan
tidak merusak sistem hukum. Dalam ajaran ini, kita anggap Tuhan itu adalah
teman atau keluarga sehingga rasa hormat dan bhakti menjadi lebih besar.
·
Berpasrah
Diri Memuja Para Bhatara-Bhatari dan Para Dewa Sebagai Manifestasi Tuhan
(Dahsyam)
Dahsyam adalah Bhakti Sejati
dengan jalanmengabdi, pelayanan, dan cinta kasih sayang dengan tulus ikhlas
terhadap Tuhan. Arah gerak vertikal bhakti ini yakni dalam menjalani dan menata
kehidupannya, untuk selalu melatih diri dan secara tulus ikhlas menghaturkan
pengabdian dan pelayanan kepada Tuhan. Arah gerak horizontal manusia kepada
sesama dan lingkungan hidupnya untuk selalu mengabdi, memberikan pelayanan, dan
cinta kasih sayang dengan tulus ikhlas untuk kepentingan bersama tentang
kemanusiaan.
·
Memuja
Tuhan dengan Sarana Arca (Arcanam)
Arcanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan penghormatan terhadap simbol-simbol atau nyasa Tuhan. Arah gerak
vertikal masyarakat dalam menjalani dan menata kehidupan untuk selalu
menghaturkan dan menunjukkan rasa hormat, sujud, cinta kasih sayang, pengabdian
kepada Tuhan. Arah gerak horizontal masyarakat terutama kepada sesama dalam
kehidupan untuk selalu belajar untuk memberikan pelayanan, dan cinta kasih
sayang dengan tulus ikhlas kepada orang lain.
·
Berpasrah
Total kepada Tuhan (Sevanam atau Atmanividanam)
Sevanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan berlindung dan penyerahan diri secara tulus ikhlas kepada Tuhan.
Arah gerak vertikal dan horizontal dari bhakti ini masyarakat selalu berpasrah
diri dengan kesadaran dan keyakinan yang mantap untuk selalu berjalan di jalan
Tuhan.
3.
Dalam kehidupan
sehari-hari, ajaran bhakti sejati telah banyak diterapkan. Seperti contohnya
adalah ajaran Kirtanam. Kirtanam ini dilakukan dengan menyanyikan kidung /
gita. Hal ini sering kita temukan di pura-pura maupun saat ada odalan. Selain
itu, ajaran Srawanam juga telah banyak diterapakan dengan mendengarkan
ceramah-ceramah tentang agama. Namun, sebagian besar masih malas untuk
mendengarkan ceramah-ceramah agama dan lebih senang mendengarkan pewartaan
menganai gosip, kekerasan, fitnah, maupun diskriminasi.
4.
Untuk dapat mengetahui
bentuk penerapan ajaran bhakti sejati dalam kehidupan beragama Hindu adalah
dengan membaca buku-buku terkait ajaran Bhakti
Sejati dan mengamati kehidupan sehari-hari di lungkungan sekitar saya.
5.
Manfaat yang dapat
dirasakan dari usaha dan upaya penerapan ajaran bhakti sejati adalah dapat
mengantarkan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup ini.
Selain itu, saya juga merasakan kedamaian saat menerapkan ajaran bhakti sejati.
6.
Setelah saya amati,
sebagian besar masyarakat telah menerapkan ajaran bhkati sejati. Namun, tidak
menutup kemungkinan bahwa banyak juga yang salah mengartikan makna dari
penerapan ajaran bhakti sejati. Banyak masyarakat yang memaknai bhakti sejati
sebagai sesuatu yang hanya perlu dijalani saja tanpa memiliki tujuan apapun.
Namun sebenarnya, bentuk-bentuk penerapan ajaran bhakti sejati ini dalam
kehidupan dapat menghantarkan kita untuk mewujudkan tujuan hidup manusia dan
tujuan agama Hindu.
Indikator E
(Ajaran Bhakti Sejati sebagai Dasar
Pembentukan Budi Pekerti yang Luhur dalam Zaman Global)
A. S O A L
1.
Setelah membaca teks
tentang ajaran bhakti sejati sebagai dasar pembentukan budi pekerti yang luhur
dalam zaman global menurut ajaran Hindu, apakah yang Anda ketahui tentang agama
Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah!
2.
Buatlah ringkasan yang
berhubungan dengan ajaran bhakti sejati sebagai dasar pembentukan budi pekerti
yang luhur dalam zaman global menurut ajaran Hindu, dari berbagai sumber media
pendidikan dan sosial yang Anda ketahui! Tuliskan dan laksanakanlah sesuai
dengan petunjuk dari bapak/ibu guru yang mengajar di kelas!
3.
Apakah yang anda
ketahui terkait dengan cara-cara mempraktikkan ajaran bhakti sejati sebagai
dasar pembentukan budi pekerti yang luhur dalam zaman global menurut ajaran
Hindu? Jelaskanlah!
4.
Bagaimana cara untuk
mengetahui ajaran bhakti sejati sebagai dasar pembentukan budi pekerti yang
luhur dalam zaman global menurut ajaran Hindu? Jelaskan dan tuliskanlah
pengalamannya!
5.
Manfaat apakah yang
dapat dirasakan secara langsung dari usaha dan upaya untuk mengetahui ajaran
bhakti sejati sebagai dasar pembentukan budi pekerti yang luhur dalam zaman
global menurut ajaran Hindu? Tuliskanlah pengalaman Anda!
6.
Amatilah lingkungan
sekitar Anda terkait dengan adanya penerapan ajaran bhakti sejati sebagai dasar
pembentukan budi pekerti yang luhur dalam zaman global menurut ajaran Hindu
guna mewujudkan tujuan hidup manusia dan tujuan agama Hindu, buatlah catatan
seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tuanya! Apakah yang terjadi?
7.
Amatilah gambar berikut
ini, diskusikanlah dengan orang tua di rumah, selanjutnya buatlah laporan dari
hasil diskusi-mu dengan orang tua.
B. J A W A B A N
1.
Setelah membaca teks,
saya mengetahui bahwa Agama Hindu adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk
selalu bersikap budi pekerti yang luhur. Dimana, dengan budi pekerti luhur ini
jalan hidup akan teratur dan akan tercipta kerukunan antar masyarakat. Salah satu
dasar pembentukan budi pekerti luhur ini adalah ajaran Bhakti Sejati atau Nawa Widha Bhakti. Ajaran ini dapat
menumbuhkan karakter Ketuhanan sebagai modal dasar untuk mewujudkan kebaikan
dan keharmonisan.
2.
Budi pekerti yaitu
perilaku (pekerti) yang dilandasi oleh pemikiran yang baik dan jernih (budi)
dan sesuai dengan luhur. Budi pekerti luhur bertujuan untuk membentuk perilaku
pribadi yang patut, baik, dan benar. Esensi budi pekerti luhur secara
tradisional mulai ditanamkan sejak masa kecil, baik di dalam lingkungan
keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Namun era global masa kini
menghadapkan masyarakat dengan pluralisme agama, suku, ras, etnis, golongan,
dan lainnya. Dalam hal ini, karakter ketuhanan dalam setiap individu mulai
hilang. Oleh karena itu, perlunya penanaman sejak dini. Disinilah ajaran Bhakti
Sejati diperlukan guna menumbuhkan karakter ketuhanan sebagai modal mewujudkan
kebaikan dan keharmonisan.
Pentingnya
menanamkan ajaran Nawa Widha Bhakti ini dikarenakan beberapa hal sebagai
berikut yaitu masyarakat seolah-olah telah meninggalkan jati dirinya sehingga
kualitas iman dan taqwa yang selama ini dijunjung tinggi seemakin bergeser.
Bhakti sejati adalah salah satu ajaran agama Hindu yang dapat dipedomani untuk
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan manusia terhadap aturan keimanan, kebajikan
dan upacara keagamaan yang bersumber dari ajaran agama.
3.
Yang saya ketahui
terkait cara-cara mempraktikkan ajaran Bhakti Sejati sebagai dasar pembentukan
budi pekerti luhur dalam zaman global ada 9 jenis cara, yaitu:
·
Srawanam
Sravanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan mendengar. Arah gerak vertical bhakti ini yakni umat Hindu mau dan
mampu mendengar, terutama mendengarkan sabda-sabda suci dari Tuhan baik yang
tersurat maupun tersirat dalam kitab suci. Sedangkan arah gerak horizontalnya
yakni umat Hindu mampu mendengarkan nasihat dan menghormati pendapat orang lain
serta mendengarkan pewartaan tentang sesamanya dan lingkungan.
·
Vedanam
Vedanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan membaca, menyimak, dan mempelajari ajaran yang bersumber dari
aturan keimanan, kebajikan, atau yang lainnya. Arah gerak vertikal masyarakat
dalam menjalani dan menata kehidupan selalu meluangkan waktu untuk membaca,
menyimak, dan mempelajari kitab suci dan susastra serta ilmu pengetahuan lain
tentang Tuhan. Arah gerak horizontal masyarakat kepada sesama dan lingkungannya
untuk selalu membaca, menyimak, dan mempelajari situasi untuk menuju arah gerak
yang lebih baik.
·
Kirtanam
Kirtanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan melantunkan gita/zikir (nyanyian atau kidung suci memuja nama suci
dan kebesaran Tuhan). Arah gerak vertikal bhakti ini dilakukan untuk
menumbuhkan dan membangkitkan nilai-nilai spiritual yang ada di setiap manusia.
Sedangkan arah gerak horizontal masyarakat selalu berusaha melantunkan
gita/kidung yang dapat menyejukkan perasaan hati orang lain dan lingkungannya.
·
Sramanam
Sramanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan mengingat. Arah gerak vertikal dari bhakti ini adalah kita
sepatutnya selalu melatih diri untum mengingat nama-nama suci Tuhan serta
intruksi dan pesan dari sabda suci Tuhan. Sedangkan arah gerak horizantal dari
bhakti ini adalah sepatutnya kita selalu mengingat kembali tragedi dan
peristiwa kemanusiaan, perdamaian, maupun demokrasi.
·
Padmasevanam
Padasevanam adalah Bhakti
Sejati dengan jalan menyembah, sujud, hormat di kaki Padma. Arah gerak vertikal
dalam bhakti ini adalah manusia sepatutnya selalu sujud dan hormat kepada
Tuhan. Sedangkan arah gerak horizontal bhakti ini adalah manusia sepatutnya
menghormati para pahlawan, pemerintah, serta para orang tua dan yang tidak
kalah penting juga hormat kepada ibu pertiwi.
·
Sakhyanam
Sakhyanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan kasih persahabatan, mentaati hukum dan tidak merusak sistem hukum.
Dalam ajaran ini, kita anggap Tuhan itu adalah teman atau keluarga sehingga
rasa hormat dan bhakti menjadi lebih besar.
·
Dahsyam
Dahsyam adalah Bhakti Sejati
dengan jalanmengabdi, pelayanan, dan cinta kasih sayang dengan tulus ikhlas
terhadap Tuhan. Arah gerak vertikal bhakti ini yakni dalam menjalani dan menata
kehidupannya, untuk selalu melatih diri dan secara tulus ikhlas menghaturkan
pengabdian dan pelayanan kepada Tuhan. Arah gerak horizontal manusia kepada
sesama dan lingkungan hidupnya untuk selalu mengabdi, memberikan pelayanan, dan
cinta kasih sayang dengan tulus ikhlas untuk kepentingan bersama tentang
kemanusiaan.
·
Arcanam
Arcanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan penghormatan terhadap simbol-simbol atau nyasa Tuhan. Arah gerak
vertikal masyarakat dalam menjalani dan menata kehidupan untuk selalu
menghaturkan dan menunjukkan rasa hormat, sujud, cinta kasih sayang, pengabdian
kepada Tuhan. Arah gerak horizontal masyarakat terutama kepada sesama dalam
kehidupan untuk selalu belajar untuk memberikan pelayanan, dan cinta kasih
sayang dengan tulus ikhlas kepada orang lain.
·
Sevanam
Sevanam adalah Bhakti Sejati
dengan jalan berlindung dan penyerahan diri secara tulus ikhlas kepada Tuhan.
Arah gerak vertikal dan horizontal dari bhakti ini masyarakat selalu berpasrah
diri dengan kesadaran dan keyakinan yang mantap untuk selalu berjalan di jalan
Tuhan.
4.
Cara saya mengetahui
ajaran Bhakti Sejati sebagai dasar
pembentukan budi pekerti yang luhur dalam zaman global menurut ajaran Hindu
adalah dengan membaca buku-buku terkait ajaran Bhakti Sejati.
5.
Manfaat yang dapat
dirasakan dari usaha dan upaya untuk mengetahui ajaran bhakti sejati sebagai
dasar pembentukan budi pekerti yang luhur dalam zaman global menurut ajaran
Hindu adalah dapat mengantarkan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan
dalam hidup ini. Selain itu, saya juga merasakan kedamaian saat menerapkan
ajaran bhakti sejati dalam zaman global ini.
6.
Setelah saya amati,
sebagian besar masyarakat telah menerapkan ajaran bhkati sejati. Namun, tidak
menutup kemungkinan bahwa banyak juga yang masih salah dalam pelaksanaanya.
Mereka yang telah melaksanakan bhakti sejati dengan baik akan dapat
mengendalikan diri dan memiliki budi pekerti yang luhur dalam menghadapi zaman
globalisasi ini. Namun, masih banyak juga yang belum dapat mengendalikan diri
akibat dari pelaksanaan bhakti sejati yang salah.
7.
Gambar diatas merupakan
gambar orang yang sedang mebanten. Orang tersebut telah melaksanakan salah satu
bentuk yadnya. Dimana, yadnya merupakan salah satu wujud pelaksanaan Bhakti
Sejati yang dapat dipedomani. Gambar diatas juga menggambarkan orang yang masih
tetap menerapkan ajaran Bhakti Sejati di zaman global ini.
Makasih kak
BalasHapus