Makalah Penerapan Peluang - Menentukan Jumlah Persediaan Barang dalam Suatu Usaha Dagang untuk Meminimalisir Kerugian
MATA PELAJARAN MATEMATIKA WAJIB
PENERAPAN PELUANG DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI
Menentukan Jumlah Persediaan Barang
dalam Suatu Usaha Dagang untuk Meminimalisir Kerugian
NAMA : JUNJUNEEE
KELAS :
XII MIPA 2
NO. ABSEN :
06
-NAMA SMA-
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
“Om
Swastyastu”
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya, saya
dapat menyelesaikan makalah berjudul “Menentukan Jumlah Persediaan
Barang dalam Suatu Usaha Dagang untuk Meminimalisir Kerugian” ini dengan baik walaupun masih terdapat
beberapa kesalahan.
Tidak
lupa saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu saya dalam menyusun makalah ini. Saya juga berharap makalah
ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai penerapan
peluang dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian
yang dapat saya sampaikan. Tiada Gading
Yang Tak Retak, begitu pula dengan makalah ini yang masih jauh dari kata
sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
dari pembaca.
”Om Shanti, Shanti, Shanti Om”
Gianyar, 03 November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
COVER................................................................................................................ i
KATA
PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR
ISI...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah......................................................................................... 1
C. Tujuan........................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep Peluang ........................................................................................... 3
B.
Menentukan Jumlah Persediaan Barang dalam Suatu Usaha Dagang untuk Meminimalisir Kerugian..................................................................................... 4
BAB III PENUTUP
A. Simpulan....................................................................................................... 9
B.
Saran............................................................................................................. 9
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menjalankan suatu bisnis usaha
tentu memiliki berbagai macam risiko yang mungkin dihadapi. Suatu risiko selalu
dikaitkan dengan adanya ketidakpastian pada masa yang akan datang. Apabila
dampak yang dimunculkan dianggap menguntungkan maka hal ini lebih dianggap
sebagai keuntungan yang diharapkan. Sebaliknya, bila memunculkan dampak yang
merugikan bagi pelaku usaha maka hal ini dianggap sebuah risiko kerugian.
Risiko kerugian muncul
dalam keadaan yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Setiap pelaku usaha tentu
tidak mengharapkan terjadinya kerugian dalam usahanya, karena setiap kerugian
harus ditanggung oleh setiap pelakunya. Hal ini tidak hanya bisa dialami oleh
pemula, seseorang yang sudah berpengalaman dalam dunia usaha pun kerap kali
lengah sehingga mengalami kerugian. Bisnis apapun itu diincar oleh kerugian, tak
terlepas sebuah usaha dagang beras di pasaran salah satunya.
Beras termasuk bahan yang
sangat dibutuhkan dalam rumah tangga. Permintaan konsumen terhadap beras selalu
berubah-ubah setiap waktunya. Perencanaan yang baik sangat diperlukan dalam hal
ini. Salah satunya adalah menentukan jumlah persediaan barang yang tepat dengan
jumlah kerugian minimum.
Tentunya setiap pelaku
usaha tidak ingin mengalami kerugian, terutama pedagang beras dengan segala
risiko yang ada. Penentuan jumlah persediaan beras dalam usaha dagang dapat
dibantu dengan penggunaan konsep peluang untuk meminimalisir terjadinya
kerugian. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai penggunaan
konsep peluang dalam menentukan jumlah persediaan beras dalam suatu usaha
dagang.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan konsep peluang?
2. Bagaimana penerapan konsep peluang dalam menentukan jumlah persediaan
barang untuk meminimalisir kerugian?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui konsep peluang
2. Untuk mengetahui penerapan konsep peluang dalam menentukan jumlah
persediaan barang untuk meminimalisir kerugian
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep Peluang
Peluang
Peluang suatu kejadian
didefinisikan sebagai kemungkinan suatu kejadian, suatu ukuran mengenai kemungkinan
atau suatu derajat dari ketidakpastian suatu peristiwa yang akan terjadi pada
masa mendatang. Rentangan peluang antara 0 sampai dengan 1. Jika kita
mengatakan peluang sebuah peristiwa adalah 0, maka peristiwa tersebut tidak
mungkin terjadi. Dan jika kita mengatakan bahwa peluang sebuah peristiwa adalah
1 maka peristiwa tersebut pasti terjadi. (Campbell,2012).
Secara umum peluang
terjadinya suatu kejadian A dapat dinyatakan sebagai frekuensi relatif, yaitu
perbandingan antara banyaknya cara kejadian A dapat terjadi dengan banyaknya
semua kejadian dapat terjadi dalam suatu keadaan tertentu (percobaan). Secara
matematis hal ini dapat dirumuskan dengan:
|
|
Keterangan:
P(A) = Peluang kejadian A
n(A) = Banyaknya anggota A
n(S) = Banyaknya anggota S
Distribusi Peluang Variabel Acak
Variabel acak adalah
variabel yang nilainya ditentukan dalam ruang sampel suatu percobaan. Variabel acak
dibagi menjadi dua, yaitu variabel acak diskrit dan variabel acak kontinu.
Variabel acak diskrit merupakan variabel acak dalam ruang sampel diskrit
(memiliki titik sampel berhingga atau terhitung). Sedangkan variabel acak
kontinu merupakan variabel acal dalam ruang sampel kontinu (memiliki titik
sampel tak berhingga atau tak terhitung).
Distribusi peluang
variabel acak merupakan suatu cara untuk menyajikan peluang nilai-nilai
variabel acak. Peluang nilai variabel acak X dinotasikan dengan f(x) = P(X =
x).
Ekspektasi
Ekpektasi (Expectation)
adalah suatu nilai harapan terhadap suatu variabel atau kejadian
tertentu yang diperhitungkan berdasarkan semua kemungkinan atau peluang yang
akan terjadi terhadap variabel tersebut. Secara matematis,
jika X menyatakan suatu variabel acak yang mempunyai peluang P(X), maka ekspektasi X.
, jika variabel acak diskrit
, jika variabel acak kontinu
B. Menentukan Jumlah Persediaan Barang dalam Suatu Usaha Dagang untuk
Meminimalisir Kerugian
Penentuan jumlah
persediaan barang merupakan suatu hal yang kerap kali dihadapi oleh pelaku
usaha dagang. Permintaan konsumen serta tempat penyimpanan menjadi beberapa hal
yang harus dipertimbangkan. Teori peluang dapat digunakan dalam menentukan
jumlah persediaan barang. Sebagai contoh masalah akan digunakan usaha dagang
beras yang memiliki masa jual terbatas.
Sebagai contoh kasus, jika
diandaikan harga pokok beras adalah Rp 200.000 per karung dan harga jualnya Rp 300.000
per karung. Maka keuntungan untuk satu karung beras adalah sebesar Rp 100.000. Konsep
peluang dapat digunakan untuk menentukan jumlah beras yang harus disediakan
setiap harinya untuk menghindari risiko kerugian. Dalam hal ini akan diperlukan
juga informasi tentang data penjualan selama beberapa hari yang lalu.
Diandaikan data penjualan beras selama 100 hari adalah sebagai berikut.
|
Jumlah beras yang terjual (dalam satuan karung) |
Banyak hari |
|
20 |
15 |
|
21 |
20 |
|
22 |
35 |
|
23 |
30 |
|
Jumlah |
100 |
1.
Pendefinisian Kerugian
Kerugian
dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu obsolescence
looses dan opportunity looses.
Obsolescence looses adalah kerugian yang disebabkan oleh persedian yang
terlalu banyak sehingga barang sisa harus dibuang. Sementara opportunity looses adalah kerugian yang
diakibatkan oleh kurangnya persediaan sehingga pelanggan tidak terlayani.
Misalnya
jika persediaan beras 20 karung, sedangkan beras yang terjual hanya 19, maka
penjual mengalami kerugian sebanyak 1 karung yaitu sebesar Rp 200.000 (1 kali
harga pokok beras). Misalnya persediaan beras sebanyak 20 karung, sementara permintaan
pembeli sebanyak 21 karung, maka penjual mengalami kerugian sebanyak 1 karung
yaitu sebesar Rp 100.000 (1 kali keuntungan). Kerugian yang dialami penjual
dapat didefinisikan pada tabel berikut.
|
Kemungkinan Permintaan |
Kemungkinan Persediaan yang Dilakukan |
|||
|
20 |
21 |
22 |
23 |
|
|
20 |
0 |
200.000 |
400.000 |
600.000 |
|
21 |
100.000 |
0 |
200.000 |
400.000 |
|
22 |
200.000 |
100.000 |
0 |
200.000 |
|
23 |
300.000 |
200.000 |
100.000 |
0 |
2.
Distribusi Peluang Variabel Acak
Variabel
acak X pada masalah diatas adalah 20, 21, 22, 23.
|
Jumlah beras yang terjual (X) |
Banyak hari (f) |
|
20 |
15 |
|
21 |
20 |
|
22 |
35 |
|
23 |
30 |
|
Jumlah |
100 |
Distribusi
peluang variabel acak X dapat dinyatakan dalam tabel berikut.
|
X = x |
20 |
21 |
22 |
23 |
|
f(x) |
0,15 |
0,2 |
0,35 |
0,3 |
3.
Perhitungan Ekspektasi Kerugian
Analisis
perhitungan ekspektasi kerugian akan disajikan dalam tabel dengan
memperhitungkan semua kemungkinan yang dapat terjadi, dimulai dari tabel
ekspektasi kerugian bila persediaan 20 karung sampai dengan tabel ekspektasi
kerugian bila persediaan 23 karung. Ekspektasi kerugian dihitung dengan
menggunakan rumus X.P(X) karena variabel acak dalam masalah ini adalah variabel
acak diskrit.
a.
Ekpektasi Kerugian dari Persediaan 20 Karung.
|
Kemungkinan Permintaan |
Kerugian |
Peluang X P(X) |
Ekspektasi Kerugian X.P(X) |
|
20 |
0 |
0,15 |
0 |
|
21 |
100.000 |
0,2 |
20.000 |
|
22 |
200.000 |
0,35 |
70.000 |
|
23 |
300.000 |
0,3 |
90.000 |
|
Jumlah |
1 |
180.000 |
|
b.
Ekpektasi Kerugian dari Persediaan 21 Karung.
|
Kemungkinan Permintaan |
Kerugian |
Peluang X P(X) |
Ekspektasi Kerugian X.P(X) |
|
20 |
200.000 |
0,15 |
30.000 |
|
21 |
0 |
0,2 |
0 |
|
22 |
100.000 |
0,35 |
35.000 |
|
23 |
200.000 |
0,3 |
60.000 |
|
Jumlah |
1 |
125.000 |
|
c.
Ekpektasi Kerugian dari Persediaan 22 Karung.
|
Kemungkinan Permintaan |
Kerugian |
Peluang X P(X) |
Ekspektasi Kerugian X.P(X) |
|
20 |
400.000 |
0,15 |
60.000 |
|
21 |
200.000 |
0,2 |
40.000 |
|
22 |
0 |
0,35 |
0 |
|
23 |
100.000 |
0,3 |
30.000 |
|
Jumlah |
1 |
130.000 |
|
d.
Ekpektasi Kerugian dari Persediaan 23 Karung.
|
Kemungkinan Permintaan |
Kerugian |
Peluang X P(X) |
Ekspektasi Kerugian X.P(X) |
|
20 |
600.000 |
0,15 |
90.000 |
|
21 |
400.000 |
0,2 |
80.000 |
|
22 |
200.000 |
0,35 |
70.000 |
|
23 |
0 |
0,3 |
0 |
|
Jumlah |
1 |
240.000 |
|
4.
Hasil Analisis
Hasil
analisis dari ekspektasi kerugian yang disajikan dalam beberapa tabel diatas dapat
digunakan untuk mengambil keputusan dalam menentukan umlah persediaan beras.
Dapat dilihat bahwa kerugian minimum yang terjadi adalah Rp 125.000. Hal ini
terjadi pada tingkat persediaan 21 karung beras. Pada kasus diatas, analisis
tersebut berarti penjual lebih baik menyediakan 21 karung.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Konsep peluang memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah dalam menentukan jumlah persediaan
barang dalam suatu usaha dagang untuk meminimalisir kerugian yang dialami. Peluang
suatu kejadian didefinisikan sebagai kemungkinan suatu kejadian yang akan
terjadi pada masa mendatang. Distribusi peluang variabel acak merupakan suatu
cara untuk menyajikan peluang nilai-nilai variabel acak. Ekpektasi (Expectation) adalah suatu nilai harapan
terhadap suatu variabel atau kejadian tertentu yang
diperhitungkan berdasarkan semua kemungkinan atau peluang yang akan terjadi
terhadap variabel tersebut.
Sebagai contoh kasus adalah pedagang beras yang
ingin menentukan jumlah persediaan barang dagangannya. Jika diandaikan harga
pokok beras adalah Rp 200.000 per karung dan harga jualnya Rp 300.000 per
karung. Maka keuntungan untuk satu karung beras adalah sebesar Rp 100.000. Kemungkinan
permintaan pembeli diandaikan sebesar 20, 21, 22, dan 23 karung serta
diperlukannya data penjualan beras selama 100 hari sebelumnya. Setelah
dilakukan penghitungan melalui distribusi peluang variabel acak dan ekspektasi,
didapat bahwa kerugian minimum yang terjadi pada tingkat persediaan 21 karung
beras yaitu sebesar Rp 125.000. oleh karena itu, pada kasus diatas penjual lebih
baik menyediakan 21 karung.
B.
Saran
1. Diharapkan pelaku usaha dagang dapat menerapkan langkah-langkah diatas
dalam menentukan jumlah persediaan barang untuk meminimalisir terjadinya
kerugian.
2. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan
makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Darnius,
Open. 2004. Pemakaian Peluang dalam
Membuat Keputusan: Suatu Tinjauan
Dalam Masalah Grosir. Universitas Sumatera Utara. Dikutip dari https://www.usu.ac.id. Diakses 28 Oktober
2019.
Septiavi,
Rifta. 2016. Probabilitas. Universitas
Andalas. Diakses 28 Oktober 2019.
Ikhsanti,
Dyah. 2019. Mencegah dan Menghadapi
Kerugian dalam Usaha di https://www.aturduit.com.
Diakses 30 Oktober 2019.
Astuti,
Anna Yuni dkk. 2018. Matematika Wajib untuk
Kelas XII SMA/MA. Klaten: Intan
Pariwara.
Ngapiningsih
dkk. 2018. Matematika Peminatan untuk
Kelas XII SMA/MA. Klaten: Intan
Pariwara.
Komentar
Posting Komentar