Laporan Praktikum Fisika - Menggunakan Alat Ukur Listrik Voltmeter dan Amperemeter
- Gusti Ayu Junietta
Laporan Hasil Praktikum Fisika
I.
Judul : Menggunakan Alat Ukur Listrik
Voltmeter dan Amperemeter
II.
Tujuan :
1.
Membedakan
jenis dan fungsi alat ukur listrik.
2.
Merangkai/memasang
alat ukur kuat arus dan alat ukur tegangan dalam rangkaian listrik.
3.
Membaca
skala alat ukur listrik (voltmeter dan amperemeter)
4.
Menggunakan
amperemeter dan voltmeter dalam rangkaian.
5.
Menentukan
hubungan antara
kuat arus (I) dan beda potensial (V).
III.
Landasan teori
Arus listrik adalah aliran muatan-muatan listrik yang melalui
suatu penghantar. Arus
Listrik dibedakan menjadi dua macam, yakni arus listrik bolak-balik atau arus
listrik AC (Alternating Current) dan arus listrik searah atau arus DC (Direct
Current). Arus yang arahnya konstan disebut
arus DC sedangkan arus yang arahnya periodik disebut arus AC. Dalam
suatu rangkaian listrik, dapat terjadi arus listrik jika terdapat beda
potensial listrik (beda
tegangan listrik). Secara umum kita mengunakan baterai
sebagai sumbertegangan DC dimana ketika sebuah baterai dihubungkan dengan
sebuah resistor pada rangkaian tertutup, maka akan menghasilkan beda potensial
pada resistor. Untuk
mengukur beda potensial
listrik maupun kuat arus listrik diperlukan sebuah alat.
Penggunaan alat ukur listrik pada dasarnya harus sesuai
dengan fungsi alat ukur tersebut. Voltmeter untuk mengukur beda potensial maka voltmeter
dipasang paralel dengan hambatan.
Amperemeter untuk mengukur kuat arus listrik maka amperemeter dipasang seri dengan hambatan.
Hukum Ohm berbunyi, “Pada suhu tetap, kuat arus
yang mengalir pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial
ujung-ujung penghantar. Dari hukum tersebut, didapat bahwa semakin besar kuat
arus listrik maka semakin besar pula beda potensialnya dan begitu pula
sebaliknya. Secara matematis dapat ditulis hubungan antara kuat arus listrik (I) dan beda potensial (V) dituliskan
dengan persamaan:
|
V = I × R |
IV.
Alat dan bahan
a.
Baterai
besar
b.
Catu
daya
c.
Kabel
konektor
d.
Dudukan
lampu
e.
Lampu
f.
Voltmeter
g.
Amperemeter
h.
Kertas
Grafik
V.
Langkah kerja
a.
Ukurlah
beda potensial ujung-ujung baterai besar dengan menggunakan voltmeter.
b.
Catat
hasil pengamatan kalian pada Tabel 1.
c.
Susunlah
alat dan bahan seperti pada Gambar 3.
d. Gunakan
sumber tegangan 3 volt dari catu daya, ukurlah kuat arus listrik yang mengalir
pada rangkaian dengan membaca penunjukkan skala jarum Amperemeter (A), kemudian
tulis data hasil pengamatan pada Tabel 2.
e. Ukurlah
beda potensial antara ujung-ujung lampu dengan membaca penunjukkan skala jarum
Voltmeter (V), kemudian tulis data hasil pengamatan pada Tabel 2.
f. Pada
kolom nyala lampu pada Tabel 2, tulislah redup, terang, atau sangat terang
sesuai dengan keadaan nyala lampu yang teramati untuk masing-masing pengamatan.
g.
Ubahlah
sumber tegangan catu daya menjadi 1,2 volt, 2,4 volt, dan 3,6 volt secara
berturut-turut dan ukurlah arus listrik dan beda potensial antara ujung-ujung
lampu, kemudian tulislah data hasil pengamatan pada Tabel 2.
VI.
Hasil
Pengamatan
a.
Tabel 1
|
No. |
Jenis Baterai |
Beda Potensial Ujung Baterai |
|
1 |
Baterai Besar |
1,2 V |
b.
Tabel 2
|
No. |
Tegangan Sumber (Volt) |
Arus Listrik (Ampere) |
Beda Potensial (Volt) |
Nyala Lampu |
|
1 |
1,2 |
0,26 |
0,6 |
Redup |
|
2 |
2,4 |
0,36 |
1,6 |
Teramg |
|
3 |
3,6 |
0,46 |
2,6 |
Sangat Terang |
VII. Analisis Hasil Pengamatan
a.
Tabel 1
1.
Diketahui
Jenis
baterai :
Baterai besar
Skala penuh voltmeter : 100
Nilai pembacaan pada voltmeter : 12
Range voltmeter : 10 volt
Ditanya
V = ........?
Jawab
b.
Tabel 2
1.
Percobaan
ke – 1
ü
Menghitung Arus Listrik
Diketahui
Tegangan sumber : 1,2 volt
Skala penuh : 100
Nilai pembacaan :
26
Range : 1 A
Ditanya
I = ........?
Jawab
ü
Menghitung Beda Potensial
Diketahui
Tegangan sumber : 1,2 volt
Skala penuh : 100
Nilai pembacaan :
6
Range : 10 volt
Ditanya
V = ........?
Jawab
ü
Nyala Lampu
Dengan kuat arus sebesar 0,26 A dan beda potensial antara
ujung-ujung lampu
sebesar 0,6 volt nyala lampu yang didapat adalah redup.
2.
Percobaan
ke – 2
ü
Menghitung Arus Listrik
Diketahui
Tegangan sumber : 1,2 volt
Skala penuh : 100
Nilai pembacaan :
36
Range : 1 A
Ditanya
I = ........?
Jawab
ü
Menghitung Beda Potensial
Diketahui
Tegangan sumber : 1,2 volt
Skala penuh : 100
Nilai pembacaan :
16
Range : 10 volt
Ditanya
V = ........?
Jawab
ü
Nyala Lampu
Dengan kuat arus sebesar 0,36 A dan beda potensial antara
ujung-ujung lampu
sebesar 1,6 volt nyala lampu yang didapat adalah terang.
3.
Percobaan
ke – 3
ü
Menghitung Arus Listrik
Diketahui
Tegangan sumber : 1,2 volt
Skala penuh :
100
Nilai pembacaan :
46
Range : 1 A
Ditanya
I = ........?
Jawab
ü
Menghitung Beda Potensial
Diketahui
Tegangan sumber : 1,2 volt
Skala penuh : 100
Nilai pembacaan :
26
Range : 10 volt
Ditanya
V = ........?
Jawab
ü Nyala
Lampu
Dengan kuat arus sebesar 0,46 A dan beda potensial antara
ujung-ujung lampu
sebesar 2,6 volt nyala lampu yang didapat adalah sangat terang.
VIII. Jawaban
Pertanyaan
a. Pertanyaan
1.
Ayah Beni memiliki beberapa baterai yang
disimpan di gudang. Baterai tersebut ada yang sudah pernah dipakai dan ada pula
yang belum pernah dipakai. Suatu hari Beni hendak mendengarkan radio, tetapi
radionya belum berisi baterai. Ayahnya menyuruh menggunakan baterai yang ada di
gudang. Apakah yang harus dilakukan oleh Beni
2.
Energi listrik yang sering kita gunakan
dalam kehidupan sehari-hari adalah energi listrik dari PLN dan baterai. Menurut
pendapat anda apakah perbedaan antara energi listrik dari PLN dengan energi
listrik yang diperoleh dari baterai?
3.
Jika anda ingin mengukur kuat arus
listrik, apakah nama alat yang anda gunakan?
4.
Jika anda ingin mengukur beda potensial
listrik, apakah nama alat yang anda gunakan?
5. Bagaimanakah cara menyusun / merangkai
alat ukur listrik terutama Amperemeter dan Voltmeter dalam suatu rangkaian?
6. Berdasarkan data pada tabel 2, buatlah
grafik hubungan beda potensial antara ujung – ujung lampu dengan kuat arus yang
mengalir pada rangkaian!
7.
Analisislah grafik tersebut dan buat
kesimpulannya!
8.
Ungkapkanlah seluruh solusi yang telah
didiskusikan dan disepakati dalam kelompok!
9.
Berdasarkan data dan permasalahan
buatlah laporan hasil praktikum dan simpulkan hasil dari percobaan secara
keseluruhan!
b. Jawaban
1.
Pada masalah tersebut, hal yang harus
Beni lakukan adalah ia sebaiknya mengecek satu per satu baterai yang ada di
gudang. Karena terdapat kemungkinan bahwa baterai yang sudah pernah dipakai
masih dapat digunakan kembali. Ia dapat melakukannya dengan menggunakan
voltmeter atau amperemeter. Jika Ia tidak memiliki alat tersebut, ia dapat
membuat rangkaian sederhana. Cara lainnya adalah mengecek satu per satu baterai
dengan mencobanya pada radionya. Apabila radio Beni dapat mengeluarkan suara,
maka artinya baterai tersebut masih dapat digunakan. Dan sebaliknya, apabila
radio Beni tidak dapat mengeluarkan suara, maka artinya baterai tersebut sudah
tidak dapat digunakan.
2.
Perbedaan antara energi listrik dari PLN
dengan energi listrik yang diperoleh dari baterai
ü Energi Listrik PLN
·
Dalam penggunaannya lebih efisien
·
Apabila
terjadi konsleting dampak yang ditimbulkan lebih besar
·
Tegangan
yang dihasilkan lebih tinggi
·
Kuat arus yang dihasilkan lebih kuat
·
Arus
listrik dari PLN kemungkinan untuk habis sangat kecil
ü Energi Listrik Baterai
·
Dalam penggunaannya kurang efisien
·
Apabila
terjadi kesalahan dalam penggunaan,
dampaknya masih bias ditanggulangi
·
Tegangan
yang dihasilkan lebih rendah
·
Kuat arus yang dihasilkan lemah
·
Arus
listrik dari baterai lebih cepat habis apabila digunakan secara terus-menerus
3.
Jika kita ingin mengukur kuat arus
listrik, alat yang dapat kita gunakan adalah Amperemeter. Tak hanya itu,
terdapat alat yang dinamakan multimeter dimana alat tersebut dapat mengukur
kuat arus listrik, beda potensial listrik, dan hambatan listrik. Maka dari itu,
alat yang dapat kita gunakan untuk mengukur kuat arus listrik adalah
Amperemeter dan Multimeter.
4.
Jika kita ingin mengukur tegangan
listrik, alat yang dapat kita gunakan adalah Voltmeter. Tak hanya itu, terdapat
alat yang dinamakan multimeter dimana alat tersebut dapat mengukur kuat arus
listrik, beda potensial listrik, dan hambatan listrik. Maka dari itu, alat yang
dapat kita gunakan untuk mengukur kuat arus listrik adalah Voltmeter dan
Multimeter.
5.
Cara menyusun atau merangkai Amperemeter
dan Voltmeter dalam suatu rangkaian listrik dapat dilihat pada gambar berikut
ini:
Penjelasan:
Dari gambar diatas, dalam rangkaian tersebut Amperemeter
dipasang secara seri dengan power supply (dalam hal ini baterai) dan lampu. Sedangkan,
Voltmeter dirangkai secara paralel dengan lampu dan power supply (baterai). Perlu diperhatikan cara
pemasangan jepit
buaya (kabel penghubung) agar tidak salah ataupun terbalik. Karena, apabila
pemasangan yang dilakukan salah, maka otomatis akan mempengaruhi hasil dari
pengamatan.
6.
Grafik Hubungan Beda Potensial dengan
Kuat Arus
7.
Analisis grafik
Berdasarkan grafik di atas, hubungan antara beda
potensial dengan kuat arus listrik adalah berbanding lurus. Dimana semakin
besar beda potensialnya, maka semakin besar pula kuat arus listriknya. Hal ini
dapat dilihat pada grafik dimana saat kuat arus listrik sebesar 0,26 A beda
potensialnya 0,6 volt. Saat kuat arus listrik sebesar 0,36 A beda potensialnya
1,6 volt. Kemudian saat kuat arus listrik sebesar 0,46 A beda potensialnya 2,6
volt. Dari hal inilah dapat disimpulkan bahwa beda potensial dengan kuat arus
listrik berbanding lurus, atau dapat dirumuskan sebagai berikut:
|
I ~ V |
8. Saran terhadap praktikum yang telah dilakukan:
a.
Lebih berhati-hati dalam praktikum
listrik yang dilakukan
b.
Pastikan memasang kabel (jepit buaya)
dengan baik dan benar sesuai dengan kutubnya agar terjadi aliran arus pada
rangkaian dan lampu menyala
c.
Lebih teliti melihat angka yang ditunjuk
dalam alat yang digunakan untuk meminimalisir kesalahan penghitungan
d.
Dengarkan instruksi guru pembimbing
9.
Kesimpulan dari percobaan yang telah
dilakukan antara lain:
a.
Alat yang digunakan untuk mengukur kuat
arus listrik adalah Amperemeter atau dengan menggunakan Multimeter. Alat yang
digunakan untuk mengukur beda potensial listrik adalah Voltmeter atau dengan
menggunakan Multimeter.
b.
Amperemeter
disusun secara seri dalam suatu rangkaian, sedangkan voltmeter disusun secara pararel dalam suatu rangkaian.
c.
Hubungan antara beda potensial dengan
kuat arus listrik adalah berbanding lurus. Dimana semakin besar beda potensial
listriknya, maka semakin besar pula kuat arus listriknya.
IX.
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa:
1.
Alat yang digunakan untuk mengukur kuat
arus listrik adalah Amperemeter, sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur
beda potensial listrik adalah Voltmeter. Tak hanya itu, terdapat juga alat yang
dinamakan Multimeter, dimana alat tersebut dapat mengukur kuat arus listrik,
beda potensial listrik, dan hambatan listrik.
2.
Amperemeter
disusun secara seri dalam suatu rangkaian, sedangkan voltmeter disusun secara pararel dalam suatu rangkaian.
3.
Hubungan antara beda potensial dengan
kuat arus listrik adalah berbanding lurus. Dimana semakin besar beda potensial
listriknya, maka semakin besar pula kuat arus listriknya. Sehingga dapat
dirumuskan sebagai berikut:
|
I ~ V |
Terima kasih, sangat membantu tugas sayaaaa (love)
BalasHapusWahhh, sangat senang rasanya membantu kamu :)
HapusWahhh terimakasihh kakak, sangat membantu sekali untuk referensi laporan praktikum
BalasHapusSenangnyaa bisa membantuu. Kamu yang semangat yaa!!
Hapus