Laporan Praktikum Biologi - Pertumbuhan Kacang Hijau
- Gusti Ayu Junietta
KATA PENGANTAR
“Om
Swastyastu”
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya,
kami dapat menyelesaikan makalah mengenai “Pengaruh Perbedaan Volume Air Terhadap Pertumbuhan Biji
Kacang Hijau” ini dengan baik walaupun masih terdapat beberapa kesalahan.
Tidak
lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu kami dalam menyusun laporan ini. Kami juga berharap laporan
ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai
materi Pertumbuhan dan Perkembangan.
Demikian
yang dapat kami sampaikan. Tiada Gading
Yang Tak Retak, begitu pula dengan laporan ini yang masih jauh dari kata
sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
dari pembaca.
”Om Shanti, Shanti, Shanti Om”
Gianyar,
01 September 2019
Tim
Penyusun
ABSTRAK
Setiap
makhluk hidup akan mengalami proses pertumbuhan, begitu pula pada tumbuhan.
Dalam proses pertumbuhan pada tumbuhan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
salah satunya adalah air. Banyak sekali
teori yang menjelaskan tentang pengaruh air terhadap pertumbuhan tumbuhan.
Namun, teori tersebut belum sepenuhnya dapat dipelajari jika belum mengetahui
kebenarannya pada lingkungan. Untuk mengetahui dan membuktikan kebenaran teori
tersebut, maka di lakukan penelitian pada salah satu tumbuhan yaitu tumbuhan
kacang hijau. Adapun tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh
perbedaan volume air terhadap pertumbuhan biji kacang hijau dan Untuk
mengetahui proses pertumbuhan biji kacang hijau pada media tanam dengan
perbedaan volume air yang diberikan.
Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
eksperimen yaitu metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung
fenomena sebab-akibat. Penelitian ini berusaha mencari pengaruh variable
tertentu terhadap variable lainnya dalam kondisi terkontrol secara ketat. Berdasarkan
percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa takaran air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan
perkembangan 5 biji kacang hijau dari percobaan kami adalah pada gelas 2 yaitu
30 ml.
Kata
kunci : air, pertumbuhan, kacang hijau
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Setiap makhluk
hidup pasti mengalami pertumbuhan seiring berjalannya waktu. Di dalam
pertumbuhan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut.
Salah satu faktornya adalah air. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua
makhluk hidup. Tanpa air, tumbuhan tidak bias melakukan berbagai macam proses
kehidupan apapun. Kira-kira 70% daripada berat protoplasma sel hidup terdiri
dari air. Peranan
air yang sangat penting menimbulkan konsekuensi bahwa langsung atau tidak
langsung kekurangan atau kelebihan air pada tanaman akan memengaruhi semua
proses metaboliknya sehingga dapat menurunkan pertumbuhan tanaman.
Dalam dunia
tumbuhan, yang mudah mengalami pertumbuhan yaitu biji kacang hijau. Jadi biji
kacang hijau sangat praktis untuk dijadikan bahan penelitian. Oleh karena itu,
penulis memilih melakukan penelitian dengan menggunakan biji kacang hijau
sebagai objek penelitian untuk mengetahui besarnya pengaruh air terhadap
pertumbuhan pada kacang hijau, baik pada kacang hijau yang keadaanya terendam
air, yang cukup air, dan tanpa air.
1.2
Identifikasi Masalah
Dari
latar belakang yang telah ditulis, kami memberikan identifikasi masalah yang
akan dijadikan bahan penelitian sebagai berikut:
1.
Pengaruh volume
air terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
2.
Proses
pertumbuhan biji kacang hijau pada media tanam dengan perbedaan volume air yang
diberikan
1.3
Batasan Masalah
Batasan
masalah dalam penelitian karya tulis ilmiah ini adalah pengaruh
volume air terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan
pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang
volume airnya nya berbeda selama 7 hari.
1.4
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana pengaruh volume air terhadap
perumbuhan biji kacang hijau?
2.
Bagaimana proses pertumbuhan biji kacang
hijau pada media tanam dengan perbedaan volume air yang diberikan?
1.5
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui pengaruh perbedaan volume air terhadap
pertumbuhan biji kacang hijau
2.
Untuk mengetahui proses pertumbuhan biji
kacang hijau pada media tanam dengan perbedaan volume air yang diberikan
1.6
Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat untuk
mengetahui beberaoa banyak volume air yang baik digunakan sebagai media
pertumbuhan dari kacang hijau agar para pembaca bisa mengetahui bagaimana cara
mendapatkan kualitas kacang hijau yang bagus dan baik
BAB
II
LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1
Pertumbuhan
dan Perkembangan pada Tumbuhan Kacang Hijau
Pertumbuhan merupakan
proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible
(tidak dapat kembali ke bentuk semula). Sedangkan perkembangan merupakan proses
terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke
tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan
irreversible. Pertumbuhan pada tanaman melalui tiga tahap, yaitu perkecambahan,
pertumbuhan primer, dan pertumbuhan sekunder.
Perkecambahan dimulai
dengan masuknya air ke dalam biji dan berakhir masa dormasi pada biji atau
ditandai dengan munculnya akar dan batang pertama kali. Perkecambahan dibedakan
menjadi dua, yaitu perkecambahan hypogeal dan epigeal. Perkecambahan pada
tanaman kacang hijau termasuk kedalam perkecambahan epigeal, yaitu pertumbuhan
memanjang dari hipokotil yang menyebaban kotiledon dan plumula keluar ke atas tanah.
Kemudian, tahap pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan
pada embrio, ujung batang, dan ujung akar. Selanjutnya, tahap pertumbuhan
sekunder. Pertumbuhan sekunder merupakan aktifitas kambium yang membentuk xylem
sekunder dan floem sekunder.
Adapun factor yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yaitu:
1.
Faktor
Internal:
a. Gen
b. Hormon
2.
Faktor
eksternal:
a. Nutrisi
b. Air
c. Suhu
d. Kelembapan
e. Cahaya
(Istamar
Syamsuri, 2007, hal 19)
2.1.2
Kacang
Hijau
Kacang hijau merupakan
salah satu tanaman semusim yang berumur pendek. Tanaman ini juga disebut
mungbean,green gram atau golden gram. Tumbuhan ini termasuk suku olong-polongan
mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari karena terdapat banyak
kandungan gizi antara lain protein,kalsium, fosfor, vitamin B1, vitamin B2,
vitamin E, zat besi, magnesium dan zat antioksidan. Dalam dunia
tumbuh-tumbuhan, kacang hijau di klasifikasikan sebagai berikut :
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
- Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida
(berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas : Rosidae
- Ordo : Fabales
- Famili : Fabaceae (suku
polong-polongan)
- Genus : Phaseolus
- Spesies : Phaseolus radiatus
L.
(Saktiyono, 2008, hal 14)
2.1.3
Air
Dalam fisiologi tumbuhan, air merupakan hal yang sangat penting sehingga
menjadi hal utama yang diperhatikan pada budidaya pertanian. Fungsi air bagi
tanaman dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yaitu :
- Merupakan
bahan penyusun utama dari protoplasma.
- Air
merupakan reagen dalam tumbuhan.
- Air
digunakan untuk memelihara tekanan turgor, sebagai pendorong proses
respirasi sehingga
penyediaan tenaga meningkat dan tenaga ini digunakan untuk pertumbuhan.
Kekurangan air akan menyebabkan tanaman
menjadi kerdil, perkembanganya menjadi abnormal.kekurangan yang terjadi terus
menerus selama periode pertumbuhan akan menyebabkan tanaman menjadi mati.
Sementara jika tanaman kelebihan air maka lama kelamaan akan membusuk dan mati.
2.2 Kerangka
Pemikiran
2.3 Rumusan
Hipotesis
Hipotesis
1:
Air dapat memengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau. Jika biji kacang hijau
disiram dengan air yang sangat minim maka pertumbuhannya tidak optimal dan
layu. Jika penyiraman air dengan kadar yang pas, maka biji kacang hijau dapat
tumbuh optimal.
Hipotesis 2: air tidak mempengaruhi pertumbuhan biji kacang
hijau. Semakin banyak volume air maka pertumbuhan kacang hijau makin meningkat.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1
Tempat
Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini
bertempat di rumah salah satu anggota kelompok kami yaitu Komang hebi Tri yang
beralamat di Jalan Ratna, Desa Tegal Tugu, Gianyar pada hari Jumat, 23 Agustus
2019 sampai Jumat, 30 Agustus 2019.
3.2
Variabel
Penelitian
Variabel
merupakan factor yang berpengaruh dan memiliki nilai serta dapat berubah atau
diubah. Variable yang dilibatkan dalam penelitian ini ada 3 macam, yaitu:
a. Variabel
Bebas : Volume air
b. Variabel
Terikat : Kecepatan panjang kacang
hijau
c. Variabel
Kontrol : Media tanam, jenis air, jenis kacang
hijau, cahaya, suhu.
3.3
Rancangan
Penelitian
Rancangan penelitian menggambarkan
bagaimana hubungan antara variable bebas dan terikat yang akan diteliti. Dalam
penelitian ini menggunakan 15 biji kacang hijau yang
a. Gelas
A : 5 biji kacang hijau dengan
volume penyiraman 15 ml air
b. Gelas
B : 5 biji kacang hijau dengan
volume penyiraman 30 ml air
c. Gelas
C : 5 biji kacang hijau dengan
volume penyiraman 45 ml air
Keterangan: biji kacang hijau di letakkan dalam
wadah dan disiram dengan takaran air sesuai dengan variable bebas.
3.4
Alat
dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang kami
gunakan antara lain.
a. 3
gelas plastic
b. 9
biji kacang hijau
c. Kapas
secukupnya
d. Air
secukupnya
e. Mistar
dan Alat tulis
3.5
Cara
Kerja
1. Siapkan
alat dan bahan
2.
Rendam biji kacang hijau beberapa jam
3. Siapkan
3 gelas plastic
4. Letakkan
kapas secukupnya dengan ketebalan yang sama
5. Masukkan
masing-masing 5 biji kacang hijau ke dalam gelas plastic
6. Beri
tanda masing-masing gelas dengan menuliskan A,B,C menggunakan spidol
7. Letakkan
semua gelas plastik pada tempat yang terkena cahaya matahari dengan intensitas
yang sama
8. Siram
masing-masing wadah dengan volume air yang berbeda
9. Lakukan
penyiraman sehari sekali
10. Lihat
dan catat perubahan yang terjadi setiap hari sebelum disiram pada tabel
pengamatan
11. Analisis
data dan buatlah kesimpulan!
3.6
Metode
Penelitian
Penelitian ini
menggunakan metode penelitian eksperimen yaitu metode sistematis guna membangun
hubungan yang mengandung fenomena sebab-akibat. Penelitian ini berusaha mencari
pengaruh variable tertentu terhadap variable lainnya dalam kondisi terkontrol
secara ketat.
3.7
Populasi
dan Sampel
Populasi yaitu
seluruh kelompok objek penelitian atau kelompok subjek.Sedangkan sampel yaitu
bagian anggota populasi yang mewakili populasi. Adapun populasi penelitian
adalah seluruh biji kacang hijau yang jenisnya sama dan sampel yang digunakan
yaitu kacang hijau yang kami ambil untuk penelitian dengan perlakuan yang
berbeda-beda (15 biji kacang hijau).
3.8
Teknik
Pengumpulan Data
Data dikumpulkan
dengan cara memberi perlakuan ang berbeda-beda pada setiap sampel, lalu
dilakukan pengamatan dan pencatatan perkembangan dari sampel tersebut setiap
harinya.
3.9
Teknik
Analisis Data
Data dianalisis
secara deskriptif kuantitatif dan dibahas secara naratif berdasarkan
sumber-sumber literature penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti
sebelumnya. Selain itu, Analisis data juga dilakukan dengan cara mengolah data
hasil peneltian sehingga membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. Dalam kegiatan ini, analisis datanya yaitu:
a. Mencari
nilai kecepatan perubuhan biji kacang hijau pada tiap perlakuan
b. Membandingkan
hasil antara satu perlakuan dengn perlakuan lainnya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
-GAMBAR-
BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian dan analisa data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Perbedaan
volume penyiraman mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan perkecambahan biji
kacang hijau.
2.
Gelas
1 yang berisi 5 biji dengan volume penyiraman 15 ml, pertumbuhan dan
perkembangan bijinya berlangsung dengan lambat. Kecambah tumbuh lebih pendek
dari pada pot lain.
3.
Gelas
2 yang berisi 5 biji dengan volume penyiraman 30 ml, pertumbuhan dan
perkembangan bijinya berlangsung dengan normal. Kecambah tumbuh lebih panjang
dari pada pot lain.
4.
Gelas
3 yang berisi 5 biji dengan volume penyiraman 45 ml, pertumbuhan dan
perkembangan bijinya berlangsung lebih lambat dari gelas 2.
5.
Takaran
air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan perkembangan 5 biji kacang
hijau dari percobaan kami adalah pada gelas 2 yaitu 30 ml.
6.
Hasil
percobaan kami ini tidak sesuai dengan hipotesis yang telah kami tentukan
sebelumnya.
5.2 Implikasi
Hasil
penelitian dapat digunakan untuk:
1.
Sumber
acuan atau referensi bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian
sejenis, yaitu tentang pengaruh volume air terhadap pertumbuhan dan
perkembangan biji kacang hijau.
2.
Menambah
wawasan pembaca mengenai pengaruh volume air terhadap pertumbuhan dan
perkembangan biji kacang hijau.
5.3 Saran
Adapun
saran-saran yang dapat penulis berikan kepada para pembaca antara lain:
1.
Sebelum
melakukan penanaman, pastikan kacang hijau yang dipilih dalam keadaan baik.
2.
Hendaknya
biji kacang hijau disiram dengan volume air yang optimal agar hasil
perkecambahan menjadi ideal.
Komentar
Posting Komentar