Proposal Usaha

 - Gusti Ayu Junietta


I.              Latar Belakang

Dessert atau makanan penutup adalah hidangan yang pada umumnya disantap setelah menu utama. Menurut Komariah (2008), dessert umumnya memiliki rasa manis dan disajikan dalam keadaan dingin atau panas. Fungsi dessert dalam hidangan adalah sebagai penyegar setelah menyantap hidangan utama, yang terkadang memiliki aroma atau rasa manis. Seiring dengan perkembangan zaman dessert tidak hanya disantap setelah menu utama, melainkan juga dinikmati sendiri di luar susunan menu. Dessert akhir-akhir ini mulai dijadikan teman minum teh, snack, hantaran atau souvenir, dan lain sebagainya. Jenis makanan ini sangat digemari dan telah menjadi gaya hidup masyarakat dari anak kecil hingga dewasa yang tinggal di kota metropolitan seperti Surabaya. Hidangan dessert pun saat ini semakin bervariasi. Hidangan dessert dasar seperti cake, pie, es krim, dan lain-lain dipadukan dengan krim, saus, buah, atau sirup sehingga menciptakan dessert yang lezat dan menarik. Salah satu jenis dessert yang digemari masyarakat adalah puding.

Puding merupakan salah satu jenis hidangan penutup (dessert) yang digemari oleh masyarakat dari berbagai usia. Puding dapat dibagi menjadi dua berdasarkan cara penyajiannya yakni pudding dengan kondisi dingin atau panas (Komariah, 2008). Pada umumnya puding adalah dessert yang umumnya menggunakan bahan dasar susu, santan, maupun buah. Seiring berkembangnya jaman muncul berbagai inovasi dalam pengolahan pudding seperti pemeberian variasi dalam rasa puding.

Bertolak dari realita yang terjadi, maka penulis melihat peluang untuk mencoba mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan membuka sebuah usaha. Usaha ini diberi nama label π’Puding. Dimana π’Puding merupakan sebuah usaha dalam bidang kuliner yang memproduksi pudding dengan varian rasa khusus yaitu Red Velvet. Oleh karena itu, dibuatlah business plan dari usaha ini agar dalam prospek keberlanjutan kedepannya usaha ini dapat berjalan dengan lancar, dan juga dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam berwirausaha.

 

II.           Deskripsi Usaha

π’Puding merupakan usaha yang bergerak dalam bidang kuliner khususnya dessert yang didirikan oleh empat orang entrepreneur yakni Hebitri, Junietta, Ratna dan Yunika. Kami memilih membuka usaha dengan nama π’Puding karena simbol π yang melambangkan V dari red velvet (varian rasa yang kami gunakan). Ditambah lagi dengan simbol π yang terkesan unik maka akan dapat menarik perhatian dari para konsumen. Telah dijabarkan sebelumnya pada latar belakang bahwa π’Puding memproduksi pudding dengan varian rasa khusus yaitu rasa red velvet. Dimana kami memilih untuk memulai usaha ini karena kami melihat adanya peluang kesuksesan dari usaha ini. Apalagi pemuda milenial sekarang menyukai sesuatu yang mencolok dan hitz, tentunya hal tersebut sangan sejalan dengan pudding red velvet kami.

Puding yang kami jual tidak hanya sebatas puding, namun kami juga memberikan tambahan vla agar rasa manis dari pudding dapat diatur sendiri oleh konsumen. Pudding red velvet yang kami buat tentunya dibuat dengan bahan berkualitas premium, sehingga konsumen tidak akan mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsi pudding red velvet kami. Dimana pudding ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 10.000,00 per cupnya. Metode pemasaran yang kami gunakan adalah dengan membuka toko di salah satu rumah produsen (Hebitri) dan juga dengan metode pemasaran online. Penjualan dengan media online dapat ditemukan di Instagram, Line maupun WhatsApp dengan mengetik keyword π’Puding.

 

III.        Visi dan misi

Visi

“Menjadikan Puding” sebagai usaha terkenal dengan cita rasa pudding yang khas, sehat dan keninian untuk memuaskan para konsumen

 

Misi:

1.      Berorientasi pada kepuasan konsumen

2.      Mengembangkan inovasi-inovasi baik dalam produk maupun dalam pelayanan

3.      Membangun semangat berwirausaha

4.      Memperoleh untung sebesar-besarnya

 


IV.         

V.           Analisis Pasar dan Pemasaran Produk

a.      Gambaran Produk

         Puding adalah dessert yang paling familiar di kalangan masyarakat baik itu di kalangan anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Nah karena menurut kebanyakan orang puding merupakan dessert yang biasa saja dan varian rasanya pun hanya itu-itu saja. Melihat hal tersebut kami membuat suatu produk yang dinamakan puding red velvet. Puding red velvet ini merupakan olahan pudding yang tidak biasa, karena memiliki ciri khas di rasa yaitu red velvet dan juga tampilan yang kece parah. Usaha di bagian makanan puding ini cukup menjanjikan karena belum banyak saingan untuk pudding yang memiliki varian rasa red velvet, dan juga modal yang diperlukan tidak begitu banyak kita dapat menjalankan bisnis ini.

 

Ø  Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat pudding red velvet

a.      Alat

·         Panci

·         Sendok

b.      Bahan pudding red velvet

·         1 sendok the cokelat bubuk

·         200 ml air

·         1 bungkus agar-agar bubuk

·         50 gram gula pasir

·         90 gram putih telur

·         ¼ sendok the garam

·         30 gram gula pasir

·         Pasta atau perisa red velvet

c.       Bahan pudding susu

·         200 ml susu cair

·         ½ sendok the agar-agar bubuk

·         ½ sendok the jelly bubuk

·         2 sendok makan gula pasir

·         1/8 sendok bubuk vanilli

d.      Bahan vla

·         ½ kaleng kental manis

·         200 ml air

·         1 kuning telur

·         1 sendok the vanili

·         2 sendok maizena

 

Ø  Cara pembuatan pudding red velvet

1.      Langkah pertama, kita siapkan alat dan bahan

2.      Step awal Rebus air, gula, agar-agar dan bubuk vanili sambil diaduk sampai mendidih, lalu tambahkan pasta redvelvet dan aduk sampai merata

3.      Setelah uap hilang tuang pudding beberapa sendok ke wadah yang sudah disiapkan sebagai lapisan 1 lalu didinginkan

4.      Step kedua pembuatan pudding susu rebus semua bahan (susu cair, agar-agar bubuk, jelly bubuk, gula pasir dan pasta vanila) lalu aduk sampai mendidih.

5.      Setelah uapnya hilang tuangkan pudding susu di atas pudding red velvet yang telah didinginkan

6.      Lakukan sampai beberapa lapis sesuai tinggi wadah lalu dinginkan

7.      Step pembuatan vla kocok susu kental manis, vanili dan kuning telur sampai benar benar merata

8.      Kemudian tambahkan air dan kocok lagi hingga tercampur rata.

9.      Panaskan vla di atas api kecil, kemudian tambahkan tepuk maizena yang sudah dilarutkan dengan sedikit air. Aduk hingga mengental, kemudian angkat dan dinginkan

10.  Cara penyajiannya ambil pudding redvelvet yang sudah didinginkan lalu tuangkan vla di atas pudding tersebut, dan pudding siap dinikmati

 

         Jadilah puding red velvet yang kami akan jual. Adapun harga yang kami berikan untuk satu buah puding redvelvet yang sangat enak ini adalah seharga Rp 10.000,00 yang bisa dibilang cukup ramah dikantong masyarakat.

 

b.      Gambaran Pasar

         Mengenai gambaran pasar yang akan kami capai, disini kami menargetkan untuk mencapai pasar dikalangan semua masyarakat baik itu anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua. Karena pudding yang kami buat bebas dari bahan-bahan yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet buatan, pemanis buatan, dll. Untuk memasarkannya kami akan membuka toko di salah satu rumah produsen (Hebitri) dan juga pemasaran secara online. Kami melakukan 2 metode pemasaran agar selain hanya melihat dalam gambar promosi yang kami lakukan di online konsumen juga bisa datang langsung ke toko yang akan kami buka

 

VI.        Analisis SWOT

Analisis SWOT sangat penting dalam membuat suatu bisnis plan. Dengan membuat analisis SWOT maka suatu perusahaan akan mengetahui kelebihan dan kekurangan produknya sehingga dapat melakukan evaluasi produk dengan tepat. Analisis SWOT dibagi menjadi dua kategori faktor, yaitu faktor internal yang meliputi Strength (kekuatan/kelebihan) dan Weakness (kelemahan) serta faktor eksternal yang meliputi Oppurtunity (peluang) dan Threats (ancaman). Analisis SWOT memiliki prinsip “Memaksimalkan kekuatan dan peluang serta meminimalisir kelemahan dan ancaman”. Berikut merupakan analisis SWOT dari produk yang kami produksi:

a.      Strength (kekuatan/kelebihan)

·         Unik, dimana produk kami masih jarang ditemui di masyarakat

·         Sehat, dimana produk kami tidak menggunakan bahan pengawet maupun pewarna buatan

·         Berkualitas, dimana produk kami menggunakan bahan-bahan berkualitas premium sehingga konsumen tidak akan mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsi pudding red velvet.

·         Praktis, dimana produk kami dapat dengan mudah dibawa kemana karena menggunakan wadah plastik yang praktis dan anti bocor

·         Menarik, dengan warna merah dari puding kami yang cantik, produk ini mampu menarik minat pembeli

·         Harga yang terjangkau sehingga dapat dibeli oleh semua kalangan

b.      Weakness (kelemahan)

·         Produk kami hanya bertahan selama 2 hari.

·         Mudah rusak jika tidak disimpan dalam kulkas

·         Pengerjaan dilakukan sendiri tanpa bantuan tenaga kerja maupun alat pabrik, sehingga tidak dapat memproduksi dalam jumlah besar

·         Dalam produksi memerlukan waktu pengerjaan yang cukup lama

 

c.       Oppurtunity (peluang)

·         Masih belum banyak saingan dengan produk yang sama

·         Jangkauan pembeli yang luas karena kami juga menggunakan teknik pemasaran melalui media sosial

·         Disukai banyak masyarakat sebagai makanan penutup maupun sebagai camilan

 

d.      Threats (ancaman)

·         Persaingan dengan produsen lain yang lebih inovatif dengan menjual pudding dengan varian rasa berbeda.

·         Persaingan dengan produsen lain yang menjual produk pudding dengan harga yang lebih murah

·         Banyak pesaing yang memulai usaha sama, karena mereka mengetahui bahwa produk kami tergolong unik dan masih langka.

 

VII.     Analisis Pesaing

a.      Gambaran Pesaing dengan Produk yang Sama

         Pesaing dengan produk yang sama adalah pengusaha produk puding dengan varian rasa lain seperti misalnya adalah Toko Yum n Lazato. Toko ini menjual berbagai varian rasa puding seperti Puding Regal dan Puding Oreo. Namun tak hanya itu, toko ini juga menjual berbagai minuman seperti jus dan kopi. Hal inilah yang menjadi keunggulan dari toko ini. Sebagai pesaing baru tentunya kami sedikit kewalahan dalam melakukan penjualan jika dibandingkan dengan Toko Yum n Lazato, apalagi jika dilihat dari aspek waktu pengerjaan tentunya toko tersebut lebih cepat memproduksi barang karena mereka membayar beberapa tenaga kerja untuk membantu produksi puding mereka. Namun hal tersebut tidak terlalu mengguncang usaha kami karena dapat kami atasi dengan mempromosikan produk kami di media sosial dengan melakukan sistem pre-order terlebih dahulu. Harga yang ditawarkan oleh Toko Yum n Lazato sama dengan harga produk kami yaitu sebesar Rp 10.000,00. Namun isi dari produk kami lebih banyak dari puding Toko Yum n Lazato, dimana produk kami berisi 350 ml sedangkan produk Toko Yum n Lazato berisi 200 ml. Selain itu, Puding Regal dan juga Puding Oreo yang mereka jual cenderung memiliki warna yang kurang menarik, sedangkan Puding Red Velvet kami memiliki warna merah yang cantik dan unik sehingga dapat menarik minat pembeli. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh Puding Red Velvet, kai yakin bahwa usaha kami mampu bersaing dengan produk yang sama di pasaran.

 

b.      Gambaran Pesaing dengan Produk yang Berbeda

         Pesaing dengan produk yang berbeda adalah pengusaha produk Kue Red Velvet seperti misalnya Toko Hany Cake. Toko tersebut menjual berbagai jenis kue salah satunya Kue Red Velvet. Namun sayangnya, produk-produk mereka terbilang cukup mahal yaitu dengan kisaran harga Rp 100.000,00 – Rp 200.000,00 dimana harga ini sangat jauh berbeda dengan harga Puding Red Velvet kami. Maka dengan harga tersebut, produk mereka tidak dapat menjangkau semua kalangan sehingga produk mereka tidak dapat dijadikan sebagai camilan semata. Dengan kelebihan yang dimiliki Puding Red Velvet ini, kami yakin produk kami mampu bersaing di pasaran.

 

VIII.  Analisis BEP

Modal : Rp 100.000,00

( Variabel Cost )

Biaya variabel adalah biaya yang akan berubah jika ada perubahan jumlah produksi. Artinya apabila produksi bertambah maka biaya variable bertambah demikian sebaliknya bila produksi berkurang maka biaya variable berkurang. Contohnya bahan baku. Dalam pengolahan makanan ini biaya variabelnya adalah sebagai berikut:

1.

Gula pasir

Rp 6.000

2.

Bubuk agar-agar strowberry

Rp 4.000

3.

Telur

Rp 4.000

4.

Tepung terigu

Rp 7.000

5.

Susu kental manis

Rp 6.000

6.

Teh vanili

Rp 10.000

7.

Tepung maezena

Rp 7.000

8.

Pasta red velvet

Rp 6.000

9.

Wadah plastik

Rp.20.000

Total

Rp 70.000

Bahan baku diatas diperkirakan dapat menghasilkan 15 produk

 

( Fixed Cost )

Biaya tetap adalah biaya yang tidak akan berubah jika ada perubahan jumlah produksi. Artinya berapapun jumlah produksi, biaya ini selalu tetap.Dalam pengolahan makanan ini biaya tetapnya yaitu:

1.

Biaya kuota

Rp 30.000

Total

Rp 30.000

 

ü  Total Revenue adalah pendapatan total

Total Revenue = Price x Quantity

T R = P x Q

TFC + TVC = P x R

30.000 + 70.000 = P x 15

100.000 = 15P

P = 6.700

Jadi, harga per unit yang diperoleh agar mencapai break event point yaitu Rp 6.700,00

 

ü  Usaha kami ingin memperoleh keuntungan Rp 50.000,00 dalam sekali produksi, sehingga harga per unit yang harus dipasarkan yaitu:

T F C + T V C + keuntungan = P x Q

30.000 + 70.000 + 50.000 = P x 15

150.000 = 15P

P = 10.000

Jadi, harga yang harus dipasarkan agar usaha kami mendapat keuntungan Rp 50.000,00 adalah Rp 10.000,00

 

IX.        Penutup

Puding red velvet merupakan sebuah camilan yang memiliki rasa red velvet. Dimana kami melakukan pembuatan puding red velvet ini dikarenakan maraknya makanan-makanan maupun minuman yang memiliki rasa red velvet ini. Kami melakukan promosi atau pemasaran dengan menggunakan media sosial. Dengan pengguna media sosial yang banyak, kami bisa melakukan promosi di media sosial, seperti facebook, instagram, line, dll. dengan itulah kami bisa melakukan proses kewirausahaan dengan pengaplikasian bisnis plan ini.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Soal Indikator Yajna dalam Mahabrata

Laporan Praktikum Fisika - Percobaan Melde

Laporan Praktikum Fisika - Menggunakan Alat Ukur Listrik Voltmeter dan Amperemeter