Analisis Kritis Kasus Kepemimpinan Organisasi dalam Konteks Perpolitikan Indonesia Mutakhir Gender dalam Kepemimpinan
- Gusti Ayu Junietta
KASUS KEPEMIMPINAN
Analisis Kritis Kasus Kepemimpinan Organisasi dalam Konteks Perpolitikan Indonesia Mutakhir Gender dalam Kepemimpinan
1. Apa kelebihan – kelebihan yang dapat ditunjukkan oleh
pemimpin perempuan
a. Perempuan
lebih peka
Seorang perempuan itu lebih peka. Sehingga saat terjadi permasalahan, seorang pemimpin perempuan dapat mengetahuinya lebih cepat. Perempuan itu adalah makhluk perasa sehingga feeling-nya menjadi lebih kuat. Dalam menjalankan kepemimpinan, keganjilan-keganjilan akan lebih mudah diketahui karena kepekaan yang dimiliki oleh seorang perempuan
b. Perempuan
menggunakan hati
Kelebihan pemimpin perempuan itu tak hanya memahami sesuatu secara rasional tapi juga dari hati. Karena dalam menghadapi persoalan, kadang tidak selamanya logika yang digunakan untuk menyelesaikannya, ada permasalahan yang perlu dipandang dengan menggunakan hati dan perasaan. Dan terkadang, untuk mencapai tujuan pun hati perlu digunakan agar semua bisa berjalan sesuai dengan rencana. Perempuan jauh lebih luwes dibanding laki-laki untuk akrab dengan karyawannya. Ketika orang bahagia dalam pekerjaannya maka dia akan lebih produktif
c. Perempuan
mendengarkan dan dapat memotivasi
Semua manusia diciptakan telinga dan mulut untuk mendengar dan berbicara. Namun, hanya perempuan yang dianugerahi naluri yang kuat untuk mendengarkan dan berbicara memakai hati. Ini yang membuat perempuan lebih baik menjadi pemimpin, karena sangat mendengar aspirasi bawahannya sehingga ia dapat memahami bawahannya. Berkesinambungan dengan kemampuan mendengarnya, perempuan juga pandai memotivasi. Karena lebih perasa, kebanyakan pemimpin perempuan mengerti apa yang harus ditonjolkan apa yang harus dikurangi dari sebuah potensi. Sehingga perempuan juga menjadi lebih fleksibel, yaitu tak kaku kepada peraturan dan toleransi pada bawahan membuat wanita lebih baik dalam memimpin.
d. Perempuan
lebih sabar dan fokus
Pemimpin
perempuan lebih sabar dalam berproses ketika membangun perusahaan. Berbeda
dengan pria yang lebih cenderung kurang sabar dalam menunggu hasil. Dari
pengalaman, perempuan lebih sabar dalam berproses sehingga mereka semakin fokus
terhadap apa yang dikerjakan. Perempuan itu bisa lebih fokus dalam menyelesaikan
pekerjaannya, terutama jika beban kerjanya banyak. Hal ini dikarenakan, wanita
sudah terbiasa dengan banyaknya pekerjaan dalam satu waktu, mulai dari
pekerjaan kantor, tanggung jawab sebagai ibu, hingga semua hal yang berkaitan
dengan penampilan. Hal ini membuat seorang perempuan tetap bisa fokus meski
memiliki banyak tanggung jawab. Dan juga sikap selalu ingin belajar seorang
perempuan ini yang menjadi kelebihannhya untuk tetap fokus pada pekerjaannya.
2. Keunggulan apa yang dimiliki oleh pemimpin laki – laki,
sehingga laki dianggap lebih dari pemimpin perempuan, dan apa pula yang
melatarbelakangi hal itu menjadi isu penting dalam perpolitikan?
Keunggulan yang dimiliki oleh pemimpin laki – laki,
sehingga laki dianggap lebih dari pemimpin perempuan adalah pemimpin laki-laki
selalu berpikir logis, jarang menggunakan emosi memiliki emosi yang lebih
stabil dalam beberapa keadaan dan bisa berfikir jernih dalam suasana keruh.,
lebih profesional, tidak bertele-tele, mampu membuat keputusan lebih bijaksana,
lebih banyak membicarakan fakta, dan lebih memprioritaskan rencana kerja serta
strategi perusahaan, dan lebih obyektif. Harus di akui pula bahwa pria memiliki
kecendrungan untuk mempengaruhi ketimbang dipengaruhi.
Yang melatarbelakangi isu kepemimpinan ini dalam dunia
perpolitikan yaitu pertama adalah faktor kultural yang mana wanita masih banyak
yang menarik diri dalam partisipasi menjadi seorang pemimpin. Budaya dari
dahulu yang menganggap bahwa wanita hanyalah bertugas dalam mengurus rumah
tangga, dan laki laki yang memegang kekuasaan utama dimana hanya laki – laki
yang boleh berpendidikan. Hal ini membatasi peran wanita untuk menjadi
pemimpin. Tak hanya itu, hal ini dipengaruhi juga oleh faktor struktural, yaitu
total jumlah relatif dari status sosial yang tinggi dalam suatu masyarakat yang
memungkinkan dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya oleh seorang
individu tertentu. Dan terakhir banyaknya anggapan negatif jika wanita menjadi
pemimpin. Anggapan negatif bahwa perempuan itu irrasional atau emosional
menjadikan perempuan tidak bisa tampil sebagai pemimpin, dan ini berakibat pada
munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang kurang penting. Hal
tersebut mengakibatkan perempuan sulit untuk menembus posisi strategis dalam
dunia perpolitikan.
Pada dasarnya antara laki-laki maupun perempuan bisa
menjadi seorang pemimpin, karena seorang pemimpin yang baik adalah mereka mampu
mensejajarkan lembaga yang dipimpin dengan lembaga yang unggul lainnya dengan
demikian maka yang dibutuhkan seorang pemimpin adalah sosok yang profesional, memiliki
wawasan yang luas, pengalaman, rasa tanggungjawab, komitmen, mampu bekerja sama
dengan siapa saja, kerja keras, seorang yang cermat dan teliti.
3. Teori – teori kepemimpinan mana yang paling dekat untuk
mendukung kepemimpinan tersebut?
Menurut saya teori – teori yang paling dekat untuk mendukung kepemimpinan adalah teori lingkungan. Teori ini beranggapan bahwa munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari waktu, tempat dan keadaan. Kepemimpinan dalam teori lingkungan mengacu pada pendekatan situasional yang berusaha memberikan moral normatif. Teori ini secara garis besar menjelaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya sangat tergantung terhadap situasi dan gaya kepemimpinan yang dipakainya. Untuk situasi yang berbeda, maka dipakai gaya yang berbeda pula.
Berdasarkan teori lingkungan, seorang harus mampu mengubah model gaya kepemimpinannya sesuai dengan tuntutan dan situasi zaman. Oleh karena itu, situasi dan kondisi yang berubah menghendaki gaya dan model kepemimpinan yang berubah. Sebab jika pemimpin tidak melakukan perubahan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, kepemimpinannya tidak akan berhasil secara maksimal. Tingkah laku dalam gaya kepemimpinan ini dapat dipelajari dari proses belajar dan pengalaman pemimpin tersebut, sehingga seorang pemimpin untuk menghadapi situasi yang berbeda akan memakai gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi yang dialami.
Komentar
Posting Komentar